KLIK KULINER

6 Daftar Kuliner Minuman Tradisional Favorit dari Betawi Paling Endolll

Kuliner tradisional Indonesia khsususnya dari daerah Jakarta atau betawi merupakan bagian dari kebudayaan Indonesia. Resep dan cara pembuatan kuliner tradisional biasanya bersifat turun temurun. Rasa kuliner tradisional yang khas dari satu daerah akan berbeda dengan daerah lainnya. Itulah kenapa kuliner tradisional Negara Kesatuan Republik Indonesia memiliki banyak keunikan dan kaya akan aneka rasa khsusnya kuliner dari Betawi. Belum ada referensi khusus yang bisa menyebut jumlah pasti kuliner tradisional Negara Kesatuan Republik Indonesia. Terdapat sekitar 50 kuliner dari betawi yang dikenal masyarakat Indonesia

Negara Kesatuan Republik Indonesia adalah negara kepulauan yang dalam masing masing pulau terdiri dari beberapa kota,yang masih memiliki beberapa daerah di dalam suatu kota. Masing-masing kota yang ada di Indonesia memiliki kebudayaan sendiri sendiri. Hal inilah yang membuat Indonesia menjadi salah satu Negara dengan kebudayaan terbanyak di seluruh dunia. Bahkan tidak jarang kebudayaan asli Indonesia yang sangat digemari oleh banyak negara tetangga. Seperti halnya sekelompok mahasiswa belanda yang mempelajari kebudayaan jawa,lebih tepatnya adalah gamelan. Atau bahkan sampai kebudayaan asli Indonesia diakui sebagai kebudayaan asli dari negara lain. Bahkan sampai batik pun sempat di rebutkan antara Indonesia dan Malaysia. Siapa yang benar dialah yang menang,pada akhirnya batik di akui dunia kalau itu adalah asli kebudayaan Indonesaia.

Kuliner Tradisional adalah Bagian dari Kebudayaan Indonesia. Salah satu kebudayaan yang dimiliki Indonesia adalah kuliner tradisional.Masing masing kota memiliki kuliner tradisional yang berbeda. Perbedaan perbedaan kuliner tradisional Indonesia itu juga masing masing mempunyai ciri khas. Seperti Jawa Tengah yang dikenal dengan rasa manis nya, atau Menado yang dikenal dengan masyarakat yang paling suka dengan rasa pedas,dan lain sebagainya. Kebudayaan adalah salah satu hal yang wajib terus dilestarikan,begitu juga dengan kuliner tradisional Indonesia yang harus terus dilestarikan dengan cara diperkenalkan kepada generasi muda kita. Jangan sampai generasi muda Indonesia lebih mengenal kuliner dari kebudayaan barat yang sekarang sudah merajalela di Indonesia. Seperti halnya yang dilakukan oleh beberapa pengusaha kuliner yang mengusung kuliner tradisional. Seperti gudeg Jogja yang sekarang sudah ada kemasan kaleng,atau pempek palembang yang juga sangat banyak digemari,dan lain sebagainya.

Potensi Kuliner Tradisional Indonesia sangat banyak dan luar biasa. Seperti yang kita pernah pelajari dari sejarah nasional Indonesia,bahwa Indonesia ber abad abad lamanya dijajah oleh beberapa negara lain. Salah satu asalan kenapa Indonesia menjadi sasaran jajahan adalah karena mereka menginginkan rempah rempah yang ada di Indonesia. Suatu hal menjadi rebutan banyak orang sudah pasti karena kualitas yang memang bagus. Itu berarti memang kualitas dari rempah rempah di Indonesia adalah salah satu yang terbaik di seluruh dunia. Bisa kita bayangkan bagamana rasa dari suatu masakan apabila diolah dengan rempah rempah terbaik dunia.Sudah pasti rasanya juga akan sangat mendunia. Hal itu ternyata juga terpikirkan oleh beberapa orang untuk memasarkan makanan Indonesia sampai ke luar negeri. Katakanlah Rangga Umara yang mempunyai bisnis pecel lele dan sudah membuka cabang di beberapa negara tetangga kita.Atau juga Mang Bonu (nama maskot) yang berhasil memasarkan salah satu makanan khas Jawa Barat yang bernama cireng sampai ke Qatar,Malaysia dan negara lainya. Salah satu alasan kenapa masakan asli Indonesia itu bisa diterima dan digilai oleh warga negara lain ya karena masakan masakan itu diolah dengan rempah rempah berkualitas dunia yang dimiliki oleh Indonesia.

BACA  Daftar 50 Masakan Padang Paling Favorit

6 Daftar Kuliner Minuman Tradisional Favorit dari Betawi Paling Endolll

  1. Bir Pletok Bir pletok adalah minuman khas Betawi yang dibuat dari campuran beberapa rempah, yaitu jahe, daun pandan wangi, dan serai. Minuman tradisional ini dikenal di kalangan etnis Betawi. Agar warnanya lebih menarik, orang Betawi biasanya menggunakan tambahan kayu secang, yang akan memberikan warna merah bila diseduh dengan air panas. Walaupun mengandung kata bir, bir pletok tidak mengandung alkohol. Minuman ini berkhasiat untuk memperlancar edaran darah. Masyarakat Betawi banyak mengonsumsinya pada malam hari sebagai penghangat. Pada zaman penjajahan Belanda di Indonesia, banyak masyarakat Betawi yang tergoda untuk mencoba meminum bir seperti yang banyak dilakukan oleh bangsa barat. Namun, setelah melihat efeknya yang kurang baik karena membuat orang menjadi mabuk dan selain itu juga melanggar ajaran agama. Karena orang-orang Betawi dikenal sebagai Muslim yang ta’at, maka berapa orang Betawi mencoba meracik bir yang dapat menghangatkan badan, tetapi tidak menyebabkan efek samping mabuk. Akhirnya terciptalah bir pletok yang rasanya nikmat, berkhasiat menghangatkan badan dan memiliki khasiat-khasiat lainnya yang juga menyehatkan tubuh.
  2. Es Doger Es doger adalah salah satu susu kelapa dingin yang sering ditemui di Bandung, Jawa Barat. Walaupun es doger berasal dari Cirebon, es doger juga bisa ditemui di kota-kota besar di Indonesia, seperti Jakarta, Malang, dan Surabaya. Selain rasanya yang enak, es doger juga enak diminum di tempat-tempat yang panas. Es doger juga enak jika diminum setelah melakukan olahraga. Es doger berbahan dasar susu dan parutan kelapa, ditambah dengan tape, ketan hitam, avokad, dan lain-lain.
  3. Es Teler. Es teler adalah koktail buah asli Indonesia. Alpukat, kelapa muda, cincau, nangka, dan buah-buahan lainnya disajikan dengan santan, susu kental manis, daun Pandanus amaryllifolius (biasanya dalam bentuk sirup rasa kelapa dan pandan), gula, dan sedikit garam.
  4. Kopi Jahe. Kopi Jahe merupakan salah satu kuliner Betawi yang telah ada sejak abad ke-18. Pada saat itu, banyak pedagang yang menggunakan perahu dan rakit menyusuri Kali Cisadane untuk membawa komoditi sebagian besar adalah rempah-rempah. Lokasi sandar transportasi sungai adalah Pelabuhan di Tepi Kali Angke. Masyarakat di sekitar Kali Angke cenderung agamis dan memiliki kebiasaan merayakan pesta (khitanan, pernikahan) atau memperingati hari besar seperti Maulidan, Mikrajan, dan Khatam Al Quran dengan menghidangkan berbagai jenis makanan dan minuman. Kopi Jahe menjadi salah satu minuman yang disajikan sebagai pelengkap sajian. Status Kopi Jahe pada waktu itu tergolong istimewa karena hanya disajikan pada acara-acara tertentu (Heni, 2019: 43). Masyarakat Betawi menyebut Kopi Jahe dengan nama Zanzabil, sedangkan kata ”kopi” disebut dengan nama Gahwa. Perbedaan penamaan ini disebabkan kebiasaan minum kopi yang awalnya berasal dari bangsa Arab dan barat (Portugis) didominasi oleh rasa pahit. Masyarakat Betawi lalu mencampurkan beberapa rempah-rempah sehingga minuman kopi tersebut lebih dikenal dengan nama Kopi Jahe. Bagi Warga Betawi keturunan Arab Pekojan, Kopi Jahe biasa disajikan untuk melengkapi hidangan nasi kebuli. Selain sebagai pelengkap sajian, Kopi Jahe juga kerap disajikan pada acara atau kegiatan yang dilakukan pada malam hari. Maksud penyajian dalam kegiatan malam tersebut lebih mengarah kandungan rempah rempah dalam racikan Kopi Jahe yang berfungsi sebagai minuman yang mampu mengusir hawa dingin pada malam hari. Adapun rempah-rempah yang dimaksud diantaranya jahe merah, cengkih, kapulaga, kayumanis, dan daun pandan. Dalam proses penyajian, menurut Cucu Sulaicha dalam Subakti (2019), kopi jahe biasanya dicampur dengan susu kental manis dan gula pasir (opsional). Waktu penyajian kopi jahe yang paling tepat adalah sore dan malam hari. Melalui sajian Kopi Jahe, tersirat makna kebersamaan dan keterbukaan dalam berbagi pengalaman dari para warga yang berkumpul baik dalam acara hajatan maupun kegiatan lainnya.
  5. Es Selendang Mayang  Es selendang mayang merupakan minuman khas Betawi yang isinya mirip seperti puding atau kue lapis yang terbuat dari tepung sagu aren. Baca juga: Resep Sayur Gabus Pucung, Kuliner Khas Betawi yang Kian Langka Lapisan selendang mayang terdiri dari warna putih berasal dari santan dan merah muda atau hijau. Penjajanya biasa memotong kue selendang mayang berbentuk persegi agak tipis kemudian disajikan di mangkuk. Disiram pemanis dari gula merah atau sirup, santan, dan potongan es batu.
  6. Es Cendol Khas Betawi Cendol merupakan minuman khas Sunda yang dahulunya terbuat dari tepung hunkwe, namun kini cendol terbuat dari tepung beras, disajikan dengan es parut serta gula merah cair dan santan. Rasa minuman ini manis dan gurih. Di daerah Sunda minuman ini dikenal dengan nama cendol sedangkan di Jawa Tengah dikenal dengan nama es cendol Betawi. Berkembang kepercayaan populer dalam masyarakat Indonesia bahwa istilah “cendol” mungkin sekali berasal dari kata “jendol”, yang ditemukan dalam bahasa Sunda, Jawa, dan Indonesia; hal ini merujuk sensasi jendolan yang dirasakan ketika butiran cendol melalui mulut kala meminum es cendol. Tepung beras diolah dengan diberi pewarna hijau dan dicetak melalui saringan khusus, sehingga berbentuk buliran. Pewarna yang digunakan awalnya adalah pewarna alami dari daun pandan, namun saat ini telah digunakan pewarna makanan buatan.  Minuman ini biasanya disajikan sebagai pencuci mulut atau sebagai makanan selingan. Sesuai disajikan disiang hari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *